News

Kenaikan Tarif IPL demi menjaga nilai investasi properti

12/28/16

Merdeka.com - Kenaikan tarif iuran pengelolaan lingkungan (IPL) oleh pengelola Apartemen Green Pramuka City sejak April 2016 lalu masih kurang disetujui oleh beberapa penghuni GPC. Padahal, langkah kenaikan tarif tersebut berakibat karena adanya kenaikan upah minimum pekerja (UMP) DKI Jakarta dan harga berbagai komponen penentu IPL saat itu.

Deputi Property Manager Pengelola Apartemen Green Pramuka City Danang S Winata mengatakan, tidak hanya GPC yang melakukan tindakan kenaikan tersebut.

"Hampir semua apartemen saat ini menaikan IPL, jadi bukan hanya kami yang melakukannya," ujar Danang S. Winata saat ditemui Merdeka.

Menurut dia, pihaknya tidak mudah untuk menghindari adanya kenaikan IPL akibat meningkatnya UMP DKI Jakarta, dan kenaikan berbagai harga lainnya. Hal tersebut berakibat pula pada meningkatnya biaya pengelolaan dan upah para pekerja di lingkungan apartemen yang porsinya kebanyakan dibayar sesuai UMP, semisal petugas keamanan dan petugas kebersihan.

"Jika tidak dinaikkan akan berakibat pada penurunan pelayanan dan kualitas lingkungan apartemen. Apalagi pengelola harus bisa menjaga agar nilai investasi yang ditanam para pemilik apartemen stabil bahkan kalau perlu naik," terangnya.

Sementara itu, Danang mengakui, banyak fasilitas bersama yang perlu dirawat dan dijaga. "Tentunya semua itu memerlukan biaya yang tidak sedikit," jelasnya.

Sebagian warga yang protes karena kenaikan tersebut jumlahnya tidak representatif dengan penghuni Apartemen Green Pramuka yang jumlahnya mencapai lebih dari 4.000 orang.

Danang menilai, protes warga itu wajar. "Ini Indonesia, naik tarif dikit pasti protes. Kayak mahasiswa yang demo saat BBM naik aja misalnya. Padahal kenaikan IPL sendiri untuk kesejahteraan bersama, untuk membangun bersama menciptakan suasana yang nyaman dan tenang bagi para penghuni juga," katanya.

Dirinya menyimpulkan bahwa pengelola memiliki alasan yang kuat terhadap kenaikan IPL. Untuk itu dirinya berharap agar protes sebagian kecil warga yang dinilai sudah berlebihan tidak mengganggu ketenangan warga lainnya di Apartemen Green Pramuka City tersebut.

 

http://www.merdeka.com/properti/kenaikan-tarif-ipl-demi-menjaga-nilai-investasi-properti.html

Read More

Mayoritas Unit Apartemen Green Pramuka City Sudah Dihuni

12/28/16

Liputan6.com, Jakarta - Pengembangan proyek properti terpadu (mixed use) Green Pramuka City di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, kini memasuki proses serahterima tower apartemen kelima. Sebelumnya PT Duta Paramindo Sejahtera selaku pengembang proyek tersebut telah melakukan serahterima seluruh unit di empat tower apartemen di tahap pertama. Dari hampir 4.000 unit yang sudah diserahterimakan tersebut, sekitar 60 persen unit sudah dihuni.

Property Management Manager Green Pramuka CityYohanes Efaldus Mediyoeh menyebutkan, hampir 80 persen pembeli unit apartemen di proyek tersebut merupakan pengguna (end user) dan sisanya investor. 

Menurut dia, pihak pengembang berkomitmen untuk tetap memberikan kualitas pemeliharaan dan pengelolaan kawasan terpadu seluas 12,9 hektare itu, salah satunya dengan menyerahkan pengelola kawasan hunian dan komersial kepada perusahaan manajemen properti profesional.

"Pengembang telah menunjuk kami PT Mitra Investama Perdana (MIP) selaku property management di Green Pramuka City dengan tugas menjaga agar pengelolaan kawasan ini tetap baik dan tentunya memastikan nilai properti di sini tetap tinggi sehingga menguntungkan seluruh konsumen," ujar Yohanes kepada Liputan6.com, Senin (7/3/2016).

Read More

Green Pramuka City Ditargetkan Rampung 5-6 Tahun

12/28/16

Bisnis.com,JAKARTA--PT Duta Paramindo Sejahtera (DPS) selaku developer apartemen Green Pramuka City menargetkan pembangunan 17 tower rampung dalam 5 - 6 tahun ke depan.

Manajer Pemasaran Green Pramuka City Andreas C.Y. menuturkan pembangunan tower 1 - 4 bertajuk Faggio, Pino, Chrysant, dan Bougenville sudah rampung sejak 2014. Seluruh unit sudah terserap pasar, dan saat ini dalam proses serah terima.

“Komposisi pembeli 80% pemakai, dan sisanya investor,” ,” ujar Andreas kepada Bisnis di sela acara temu media, Kamis (23/4/2015).

Tahun ini perusahaan menargetkan penyelesaian pembangunan tower 5 - 8 yang bernama Orchid, Penelope, Scarlet, dan Nerine. Proses serah terima akan dilakukan sepanjang medio 2016.

Menurutnya tower 5 - 7 sudah terserap pasar sekitar 95%. Sedangkan tower 8 baru terjual 30% sejak diluncurkan pada awal 2015. Pada Agustus perusahaan akan meluncurkan tower 9.

“Kami menargetkan tahun ini perusahaan mengalami peningkatan pendapatan 35%,” tutur Andreas. Namun, dia enggan menyebutkan berapa angka pendapatan sampai saat ini.

Setiap tower, lanjutnya, terdiri dari 750 - 1000 unit kamar. Ada dua tipe yang ditawarkan, yakni studio dengan luasan 21 m2 dan dua kamar tidur dengan luasan 33 m2. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp550 juta per unit. Padahal, saat pertama diluncurkan pada 2010, Green Pramuka City membuka harga di bawah Rp200 juta per unit. Potensi investasi sewa untuk tipe 2 kamar tidur mencapai Rp40 juta - Rp45 juta per tahun.

Dari tower 1 - 4, penghuni apartemen berjumlah sekitar 7.000 KK. Bila seluruh tower rampung, diperkirakan penghuni bertambah menjadi 13.500 KK atau sekitar 27.000 jiwa.

“Jumlah sebesar ini tetunya target pasar yang menggiurkan bagi para pengusaha. Kami pun melengkapi kawasan dengan area penunjang bisnis, seperti kantor cabang perbankan, kafe dan restoran, daily store, dan pusat medis,” terangnya.

Manajer Penjualan Green Pramuka City Joko Sumariyanto menambahkan kawasan yang berada di titik pertemuan Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur ini memiliki lahan seluas 12,9 hektar. Sekitar 80% atau 10,3 hektar diperuntukkan bagi pembangunan jalan, taman, drainase, dan berbagai fasilitas umum lainnnya. Sedangkan 20% untuk pengembangan tower.

“Lahan ini merupakan milik PT Angkasa Pura I. Sesuai dengan program pemerintah mengurangi angka backlog (defisit hunian), kami menyediakan kebutuhan papan dengan lahan BUMN yang menyasar segmen menengah-bawah,” tuturnya.

Langkah ini dilakukan karena persentase backlog segmen menengah-bawah sekitar 60%. Perusahaan, sambungnya, juga berkomitmen mendukung program pemerintah DKI Jakarta dalam menyediakan hunian vertikal yang layak dengan harga terjangkau.  

Pada 2014, Green Pramuka City pun menyabet penghargaan dari Pemprov DKI yakni Konsep Rusunami Terpadu dan Terbaik.

Menurut Andreas, sejak 2011 Duta Paramindo Sejahtera aktif melakukan aksi tanggung jawab sosial dengan memberikan beasiswa bagi 500 murid singkat SD sampai dengan SMA di sekitar Green Pramuka City.

Pada hari ini, Kamis (23/4) perusahaan memperluas kegiatannya dengan menggandeng Smile Train Indonesia, yakni organisasi di bawah WHO yang membantu penderita bibir sumbing.

Program Manager Smile Train Indonesia Deasy Larasati menyebutkan banyak penderita bibir sumbing yang terkendala biaya dan informasi. Oleh karena itu, kerjasama ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak penderita di seluruh Indonesia.

“Semua pengobatan yang kami lakukan gratis, tetapi masih banyak yang belum tahu. Adanya kerjasama dengan Green Pramuka dan rekan-rekan media diharapkan dapat membuat informasi ini semakin meluas,” tuturnya.

 

Green Pramuka City Ditargetkan Rampung 5-6 Tahun

Read More

Green Pramuka City Fokus Pada Segmen Menengah

12/30/16

Bisnis.com, JAKARTA--PT Duta Paramindo Sejahtera melalui produknya Green Pramuka City di Jakarta Pusat tetap fokus menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat kelas menengah.

Direktur Utama Duta Paramindo Sejahtera Rudy Herjanto mengatakan ada dua alasan yang mendasari perusahaan menyasar segmen menengah.

“Pertama, kami merasa segmen menengah dan menengah bawah merupakan lapisan paling tebal, dibandingkan segmen atas. Kedua, kami turut mendukung program Pemda DKI Jakarta menyediakan hunian layak dengan harga terjangkau,” tuturnya pada Bisnis.com, di sela acara penandatanganan kerjasama antara Duta Paramindo Sejahtera dengan Perum Damri, Senin (15/6/2015).

Pada lahan seluas 12,9 hektar, perusahaan berencana membangun 17 tower hunian vertikal yang menyasar segmen menengah. Setiap tower memiliki kapasitas 750 unit - 1.000 unit.

Untuk pengembangan setiap tower, sambung Rudy, pihaknya membutuhkan dana Rp250 miliar - Rp300 miliar. Pembangunan tower 1-4 sudah rampung dan diserahterimakan. Tahun ini perusahaan menargetkan pembangunan tower 5-8, sehingga proses serah terima dapat dilakukan secara bertahap sepanjang 2016.    

Manajer Pemasaran Green Pramuka City Andreas C.Y. menambahkan tower 5-7 sudah ludes terserap pasar, dan tower 8 baru terjual 30% sejak dilepas awal tahun. Selanjutnya pada Agustus 2015 atau setelah Lebaran, tower 9 mulai diluncurkan.

“Perusahaan menargetkan tower 8 dan 9 terserap 90% sampai akhir tahun,” pungkasnya.  

Ada dua tipe yang ditawarkan yakni studio dengan harga Rp400 jutaan dan 2 kamar tidur yang dibanderol Rp550 juta. Padahal, saat pertama diluncurkan pada 2010, Green Pramuka City membuka harga Rp200 juta per unit.

Menurut Andreas walapun terjadi kenaikan harga diatas 150%, perusahaan tetap berfokus pada segmen menengah. Saat ini, hunian vertikal yang tersebut memiliki 7.000-an pembeli, dan penghuni sekitar 6.000 orang. Komposisi pembeli 80% adalah pemakai, dan 20% merupakan investor.

Read More

Akses Lewat Tol Mudah, Green Pramuka Square Mall Telah Diresmikan

12/30/16

WARTA KOTA, CEMPAKA PUTIH -- Pengembang kawasan Green Pramuka City, PT Duta Paramindo Sejahtera, meresmikan beroperasinya Green Pramuka Square di Jalan Ahmad Yani, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (21/12/2016).

Tingkat okupansi mal, yang berdiri di atas lahan seluas 27.600 meter persegi itu mencapai 65 persen saat diresmikan.

Andreas, General Manager PT Duta Paramindo Sejahtera mengatakan bahwa pusat perbelanjaan yang berada di kawasan Green Pramuka City ini menyuguhkan konsep lifestyle mall.

Selain sebagai tempat belanja, mal ini juga menjadi lokasi hangout, kuliner, dan hiburan.

"Green Pramuka Square ini diharapkan menjadi mal pilihan warga Jakarta, khususnya mereka yang berada di sekitar Rawamangun, Salemba, Cempaka Putih, Pulomas, Kelapa Gading, hingga Cawang dan Tebet," tutur Andreas.

Menurut Andreas, Green Pramuka Square telah memiliki captive market yang berasal dari para penghuni apartemen Green Pramuka City yang berjumlah sekitar 6.000 keluarga.

Angka tersebut akan terus berkembang menjadi 13.000 keluarga atau setara dengan 35000 orang seiring dengan pengembangan apartemen.

Selain memiliki lokasi strategis, pusat perbelanjaan ini juga dikelilingi lingkungan hunian dan kawasan bisnis dengan akses mudah ke jalan-jalan utama, serta customer dengan tingkat sosial ekonomi menengah.

“Kami memiliki misi menjadikan mal ini sebagai tempat paling menyenangkan bagi keluarga untuk berkumpul dan mendapatkan pengalaman baru di Jakarta, serta menjadi fasilitas ternyaman bagi keluarga yang tinggal di sekitar apartemen dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari hari," ujarnya.

General Manager Green Pramuka Square, Agus Armiento menambahkan, mal ini bisa diakses melalui tol Ir Wiyoto Wiyono ruas Cawang-Tanjung Priok.

Jika dari arah Cawang, pengguna kendaraan bisa keluar dari pintu tol Rawamangun, dan jika dari arah Tanjung Priok, pengguna kendaraan bisa keluar dari pintu tol Pulomas.

Akses transportasi umum Transjakarta juga dekat, yaitu lewat Halte Kayuputih Rawasari.

“Lokasi mal ini berada di pertemuan antara wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Timur.Lokasi yang strategis ini bisa menjadikan mal ini sebagai lokasi business meeting,” katanya.

Agus Armiento menjelaskan bahwa Green Pramuka Square ini terdiri dari empat lantai, yaitu lantai lower ground, lantai ground, lantai upper ground, dan lantai 1.

Saat ini, sudah terdapat empat anchor tenant, yaitu Lotte Mart, Ace Hardware, CGV Blitz, serta Funworld.

Mal ini juga telah dilengkapi berbagai restoran dengan citarasa lokal maupun internasionaL

Menurut Agus Armiento, tingkat okupansi mal yang berdiri di atas lahan seluas 27.600 meter persegi itu mencapai 65 persen saat diresmikan.

Pramuka

Green Pramuka Square ini memiliki 139 unit sewa.

“Okupansi 65 persen itu berdasarkan luasan, bukan jumlah unit tenant. Luasan masing-masing tenant itu berbeda, ada yang terkecil 25 meter persegi sampai ada yang 2.000 meter persegi,” katanya.

Agus Armiento berharap, diresmikannya mal ini menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru bisa menjadikan mal ini sebagai tempat alternatif bagi warga Jakarta untuk berbelanja maupun mengisi liburan.

“Kami harap, sampai akhir tahun ini ada sekitar 500 unit mobil pengunjung yang datang, tahun baru kan tinggal sepekan lagi. Target satu tahun pertama di 2017 nanti menuju 1.500-2.000 mobil pengunjung per hari,” katanya.

Read More

Green Pramuka Square, Destinasi Belanja Baru di Jakarta

12/30/16

Jakarta – Satu lagi pusat perbelanjaan hadir menawarkan konsep dan pengalaman baru di kawasan Pramuka, Jakarta Pusat, bernama Green Pramuka Square, persembahan PT Duta Paramindo Sejahtera. Pusat perbelanjaan yang berada di kawasan Green Pramuka City, ini, menyuguhkan konsep Lifestyle Mall untuk berbelanja, hangout, kuliner, rekreasi, dan hiburan.

“Green Pramuka Square diharapkan menjadi pilihan masyarakat Jakarta, khususnya mereka yang berada di sekitar Rawamangun, Salemba, Cempaka Putih, Pulomas, Kelapa Gading, hingga Cawang dan Tebet,” kata General Manager Green Pramuka Square, Agus Arminto dalam siaran pers yang diterima Investor Daily, Jumat (23/12).

Selain itu, Green Pramuka Square telah memiliki captive market yang berasal dari para penghuni apartemen Green Pramuka City yang berjumlah sekitar 6.000 keluarga. “Dan tentu akan terus berkembang menjadi 13.000 keluarga atau setara dengan 35.000 orang seiring dengan pengembangan apartemen,” imbuh Andreas.

Selain memiliki lokasi strategis, pusat perbelanjaan ini juga dikelilingi para customer dengan sosial ekonomi menengah, lingkungan hunian dan kawasan bisnis dengan akses mudah ke jalan-jalan utama.
“Kami mempunyai misi sebagai tempat paling menyenangkan bagi keluarga untuk berkumpul dan mendapatkan pengalaman baru di Jakarta, serta menjadi fasilitas ternyaman bagi keluarga yang tinggal di sekitar dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari,” jelasnya.

Green Pramuka Square memiliki 139 unit sewa yang dibagi menjadi tiga lantai yakni; lower ground, ground floor dan upper ground. Sejumlah tenant telah mengisi mall ini, seperti CGV Blitz, Ace Hardware, Funworld, hingga LotteMart. Masyarakat yang ingin menikmati kuliner, mall ini juga telah dilengkapi dengan berbagai restoran dengan citarasa lokal hingga internasional.

Read More
  • JEFRI

    Customer

    Green Pramuka City adalah hunian terbaik dengan konsep One Living Environment

  • Irawati

    Customer

    Green Pramuka City hunian dengan banyak fasilitas dan banyak sekali green areanya , apalagi letaknya ditengah kota

  • Bpk Tommy R. Santoso M.Si

    Customer

    Green Pramuka mempunya banyak gedung dan konsepnya bagus apalagi nanti ditambah Mall dan bioskop pantas untuk di sebut One Stop Enviroment

  • Iswan

    Customer

    Green Pramuka keren banget letak nya strategis dan Enviromentnya cocok buat keluarga